
Yogyakarta (21/10/2021) koni.jogjaprov.go.id – Tim Rugbi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi Cabang Olahraga Pekan Olahraga Nasional (Cabor PON) Kontingen DIY terakhir yang tiba di Yogyakarta. Setelah sebelumnya mengikuti serangkaian pertandingan, lalu mengikuti ajang penutupan PON XX Papua Tahun 2021 di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua pada Jum’at (15/10) waktu setempat, serta mengalami penundaan kepulangan akibat perubahan jadwal penerbangan. Di samping itu, ada satu (1) ofisial dan atlet peraih medali emas nomor jalan cepat putri 20 km Indah Lupita Sari yang juga tiba di saat yang bersamaan.
“Alhamdulillah rombongan terakhir sudah tiba, walaupun di Jakarta sempat ada trouble (pada) pesawat, tapi akhirnya mereka sudah sampai. Terima kasih semuanya atas doa dan dukungan (yang diberikan),” ujar Chef de Mission (CdM) atau Ketua Kontingen DIY Dr. H. Rumpis Agus Sudarko, M.S., seusai menyambut dan menerima rombongan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional III Yogyakarta, Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) pada Kamis (21/10).
Adapun Tim Rugbi PON DIY tersebut, lanjut dia, terdiri dari 28 atlet, pelatih, dan ofisial yang berasal dari Distrik Jayapura. Sedangkan 1 ofisial dan 1 atlet cabor atletik lainnya berasal dari Distrik Mimika. Dikemukakan bahwa kepulangan Indah ini tidak bersamaan dengan rekan atletik setimnya karena sempat terkonfimasi positif Covid-19 dan harus menjalani karantina selama lima (5) hari di Mimika. Namun demikian, setelahnya dikonfirmasi negatif berdasarkan hasil Tes PCR yang dilakukan sehingga kemudian diperbolehkan kembali ke daerah asal.
“Mereka tetap melaksanakan Tes PCR dan Tes Malaria, serta karantina sekitar dua (2) hari (di Selter Atlet yang telah tersedia) sembari menunggu hasil tes,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) ini.
Hal tersebut sesuai dengan kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berdasarkan Addendum Kedua Surat Edaran (SE) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pada SE ini di antaranya mencantumkan keterangan bahwa apabila hasil Tes PCR positif maka personel kontingen wajib isolasi di selter yang ditentukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) DIY. Sebaliknya, apabila hasil Tes PCR negatif maka personel kontingen dapat meninggalkan selter setelah mengisi dan menandatangani surat pernyataan bersedia melakukan Tes PCR hari keempat, dengan difasilitasi oleh Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Yogyakarta, dan isolasi mandiri (isoman) selama 14 hari.
Disinggung perihal pascakarantina, pihaknya berencana melakukan evaluasi menyeluruh pada cabor-cabor DIY yang turut berpartisipasi dalam ajang PON XX Papua pada Oktober 2021 ini. Diawali dengan evaluasi secara internal di cabor masing-masing, kemudian nantinya bersama-sama lakukan evaluasi dengan KONI DIY.
“Alhamdulillah sampai (di Yogyakarta) dengan selamat, sempat khawatir sebelumnya dengan adanya itu (terkonfirmasi positif Covid-19). (Meski karantina) selama 5 hari tetap lakukan conditioning dengan treadmill, dan diberikan waktu transisi mungkin sekitar tiga (3) hari karena lepas karantina diminta fokus lagi oleh pelatih, dan Insya Allah segera latihan lagi,” imbuh Indah Lupita Sari.
Caption Foto : Tim Rugbi DIY secara bergantian saat melakukan sesi scanning barcode kehadiran setibanya di Selter Atlet pada Kamis (21/10).
Foto & Teks : Bidang Promosi, Media dan Humas KONI DIY