
Jayapura (12/10/2021) koni.jogjaprov.go.id – Perolehan medali perak di kelas J dengan klasifikasi 90-95 kilogram (kg) putra pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021 dinilai belum memuaskan Atlet Pencak Silat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Firdhana Wahyu Putra. Namun demikian, dirinya tetap bersyukur atas pencapaian tersebut. Terlebih di PON XIX Jawa Barat Tahun 2016 lalu, pesilat asal Kabupaten Bantul ini harus puas dengan raihan medali perunggu di kelas yang sama.
“Untuk pertandingan PON kali ini patut saya syukuri karena ini keikutsertaan saya di PON yang kedua kalinya. PON XIX 2016 saya medali perunggu, Alhamdulillah untuk PON XX Papua saya dapat mempersembahkan medali perak, (setelah di final) bertemu dengan tuan rumah. Tetap positive thinking dari sudut pandang wasit/juri semuanya sudah baik, sesuai dengan apa yang nyata di lapangan, tidak perlu ada rasa menyesal,” ujar Firdhana seusai mengikuti Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di GOR Toware, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Selasa (12/10).
Ke depannya, lanjut dia, untuk memenuhi tekad meraih medali emas bagi DIY, dirinya pun segera berbenah dan mempersiapkan diri guna menghadapi pertandingan Kualifikasi Pra-PON dan PON XXI Aceh – Sumatera Utara Tahun 2024 mendatang. Hal ini juga tak lepas dari masih terdapatnya kesempatan bagi Firdhana untuk dapat bertanding 1-2 kali lagi di ajang PON. Adapun maksimal 35 tahun menjadi batasan usia bagi pesilat yang dapat berkiprah di PON.
“Saya ingin mempersembahkan medali emas untuk DIY pada PON berikutnya. Karena ini tanah kelahiran saya sendiri, sejak pelajar sampai sekarang sudah membela Provinsi DIY. Seperti di ajang POPNAS, POMNAS, hingga kejuaraan nasional lainnya. Tentu ini harus persiapan mulai dari awal lagi, dan Pra-PON tidak boleh lengah. Persiapkan semua agar tetap lolos untuk babak kualifikasi itu,” jelasnya.
Sementara itu Tim Pelatih Pencak Silat PON DIY Bambang Mujiono mengatakan bahwa pihaknya merasa bersyukur dengan hasil apapun yang diperoleh para atlet DIY. Juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat DIY dan pihak terkait atas doa serta dukungan yang telah diberikan. Pihaknya menilai bahwa Firdhana tetap menjadi juara bagi mereka dan para penonton yang menyaksikan secara langsung laga final yang menampilkan skor akhir 1-4 tersebut. Adapun medali emas diraih atlet Papua Putra Hidayana, dan medali perunggu bersama oleh atlet Jawa Barat Eri Budiono serta atlet Jawa Timur Eko Febrianto.
“Apapun itu hasilnya di mata kami dan orang banyak yang menonton pun, Firdhana tetap menjadi juara. Kalau untuk masalah medali emas itu pencapaian yang mestinya tidak seperti itu, ada hal non teknis. Tapi ya sudah ini namanya pertandingan dan kami sudah mengoptimalkan semua,” imbuh Bambang.
Foto & Teks : Bidang Promosi, Media dan Humas KONI DIY