
Sepuluh atlet Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang memiliki prestasi di kancah nasional maupun international, turut berpartisipasi dan menyukseskan gelaran perdana Torch Relay Asian Games 2018 yang berlangsung di Indonesia pada Kamis (19/07/2018) pagi.
Mengelilingi Kota Yogyakarta, mereka membawa Api Obor Asian Games 2018 secara estafet, dengan rute yang telah ditentukan dan jarak yang mencapai sekitar 11 kilometer (km). Diawali dari Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi yang berkesempatan menjadi pelari pertama, api obor yang dilepas langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X dan dikirab dari Pagelaran Kraton Ngayogyakarta ini, kemudian diserahkan kepada pelari kedua yakni Kapolda DIY Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri, M.Si., dan dilanjutkan oleh Danlanal Yogyakarta Kolonel Laut (P) Arya Delano, SE., M.Pd., sebagai pelari ketiga.
Adapun Nurhayati, atlet balap sepeda DIY peraih emas SEA Games 2009 dan perunggu Asian Games 2011, menjadi pelari kelima usai menerima api obor dari pelari sponsor Setyawati. Di titik poin berikutnya, ada Kamilia Lituhayu, atlet wushu DIY peraih emas PON XIX 2016 Jawa Barat dan perak Kejurnas Wushu tahun 2017 serta tahun 2018. Menyusul Asep Santoso, atlet taekwondo DIY peraih emas SEA Games 2011. Lalu Rahmat Sulistyawan, atlet panahan DIY peraih perunggu SEA Games 2007 dan emas PON XIX 2016 Jawa Barat, serta Juara Dunia Pencak Silat 1984 Slamet Latanggang juga ikut berperan dalam ajang tersebut.
Tidak ketinggalan, ada pula peraih emas team free routine renang indah DIY Nabila Marwa Khaerunnisa Umarella, peraih emas X Games San Francisco USA tahun 2000 Agung Etty Hendrawati, atlet Disabilitas DIY peraih emas sepak bola Fespic Games V Kobe Japan tahun 1989 Suwartoyo, atlet panahan DIY peraih emas Kejuaraan Dunia 2016 Turki dan perunggu PON XIX 2016 Jawa Barat Hendra Purnama, serta peraih emas SEA Games Singapura Finarsih.
Tampak hadir puluhan pelari sponsor, penyanyi Rio Febrian, hingga Juara Dunia Bulutangkis Ganda Putra 1997 Sigit Budiarto juga ikut ambil bagian di dalamnya dengan menjadi Torch Bearer. Sejumlah atlet Porserosi dan PDBI DIY yang diwakili oleh MB Gema Persada Mansageka MAN 1 Gunungkidul, komunitas kesenian lokal, hingga ratusan anak sekolah dari SD, SMP, sampai SMA pun turut memeriahkan suasana. Antusiasme masyarakat terbilang cukup tinggi, seiring dengan adanya prosesi yang langka terjadi. Hal ini mengingat Indonesia baru kedua kali menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 2018, setelah yang pertama pada tahun 1962 lalu. Tentu peristiwa itu takkan dilewatkan begitu saja.
“Menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi kami, bisa ikut membawa obor Asian Games 2018. Tidak ada persiapan khusus, meski lari sebenarnya berbeda dengan mengayuh sepeda. Yang penting yakin saja,” ujar Nurhayati di sela-sela persiapannya sebelum berlari.
Sementara itu Sekjen INASGOC Eris Herryanto juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur DIY, terutama ketika event Torch Relay Asian Games 2018 bisa dihelat pertama kali di DIY. Hal senada disampaikan pula kepada Menlu RI Retno Marsudi yang telah bersedia membawa obor, dan diharapkan bisa memberikan semangat kepada para atlet Indonesia. Di sisi lain, kirab Api Obor Asian Games 2018 yang berakhir di Tugu Yogyakarta, kemudian oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti diserahterimakan kepada Direktur Seremoni INASGOC Hesty Purba. Untuk selanjutnya dibawa ke Kota Surakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia. Rencana ada 54 kota di Indonesia yang akan disinggahi selama 35 hari, dengan jarak mencapai 18.000 km.
Untuk diketahui, sebelum kirab api obor berlangsung di Kota Yogyakarta, pada Rabu (18/07/2018) malam di Candi Prambanan telah dilaksanakan proses penyatuan api abadi dari India dengan api abadi dari Mrapen, Purwodadi. Wakil Presiden Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla yang turut hadir, berharap melalui kedua api yang telah disatukan ini dapat memberikan semangat dan mengobarkan jiwa pengabdian, serta perjuangan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018. Sebab dengan semangat itulah, Bangsa Indonesia bisa maju.
Foto & Teks : Bidang Media dan Humas KONI DIY