Yogyakarta (20/12/2019) konidiy.or.id – Sekitar 115 atlet dan pelatih Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang lolos Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2020, mengikuti program Bimbingan Teknis (Bimtek) Team Building Puslatda PON XX Tahun 2020 yang diadakan oleh Bidang Pembinaan Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (Binpres KONI) DIY di Ruang Rapat Lantai 2 KONI DIY pada Jum’at (20/12/2019).
Mereka di antaranya berasal dari cabang olahraga (cabor) maupun subcabor judo, atletik, wushu, binaraga, billiar, rugby, terbang layang, bola voli pasir, sepatu roda, panahan, pencak silat, kempo, tarung derajat, menembak, catur, dan polo air. Sedangkan atlet dan pelatih dari subcabor terjun payung diketahui izin tidak hadir, karena tengah mengikuti kejuaraan di luar negeri. Dan berdasarkan data Binpres KONI DIY hingga 23 Desember 2019, ada sejumlah 193 atlet yang dinyatakan lolos PON sesuai kriteria PB PON. Dari 193 tersebut, hanya 104 atlet yang lolos PON sesuai dengan kriteria KONI DIY. Yakni meraih Juara 1, 2, dan 3 di Babak Kualifikasi PON setingkat Kejuaraan Nasional (Kejurnas), serta Juara 1 setingkat Kejuaraan Wilayah (Kejurwil). Ketentuan ini sesuai dengan putusan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI DIY Tahun 2019.
“Mulai hari ini atlet juga sudah di-SK-kan untuk Puslatda PON, rencana semula pada Januari 2020 namun diputuskan pada Desember 2019 walaupun masih ada yang menjalani Pra-PON. Yang belum masuk Polo Air Putri yang meraih perunggu (dalam Kejurnas Pra-PON), mohon maaf untuk Polo Air Putri akan masuk SK Puslatda mulai Januari 2020,” ujar Wakil Ketua II Drs. Rumpis Agus Sudarko, M.S., dalam sambutan pembukaan kegiatan Bimtek Team Building Puslatda PON XX Tahun 2020, mewakili Ketua Umum KONI DIY Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO.
Didampingi oleh Sekretaris Umum Drs. Agung Nugroho AM, M.Si., Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Dr. Ria Lumintuarso, M.Si., serta Daud Candra yang merupakan Motivator sekaligus Perenang DIY peraih medali pada PON X, XI, dan XII, dirinya menjelaskan pentingnya program bimtek tersebut bagi para atlet dan pelatih DIY. Salah satunya sebagai bentuk persiapan menghadapi PON XX Papua Tahun 2020. Diakui, masa transisi dari Babak Kualifikasi Pra-PON menuju rutinitas latihan yang padat kembali terbilang berat. Bahkan tidak sedikit semangat atlet menjadi kendur usai lolos PON. Setelah sebelumnya menggebu-gebu di ajang BK PON. Di sisi lain, terbiasa mendapatkan dana insentif dari KONI DIY, juga dinilai cukup mempengaruhi intensitas latihan. Sehingga dengan diadakannya program bimtek tersebut, dinilai tepat terutama untuk mempertahankan performa atlet, sekaligus memberikan bekal bagi atlet dan pelatih menuju PON XX Papua Tahun 2020.
“Program Bimtek Road To Papua ini harus dijalani karena mulai Januari 2020 betul-betul sudah rencanakan atlet dan pelatih untuk persiapan PON 2020. Semangat jangan hanya di Pra-PON, setelahnya juga harus ada,” jelasnya.
Melalui materi ‘Menuju Prestasi PON 2020’ yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Kabid Binpres Dr. Ria Lumintuarso, M.Si., memaparkan bahwa selama periodisasi Januari hingga Oktober 2020, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Entah itu ‘single’ atau double periodisasi dengan kejuaraan tertentu di dalamnya. Kemudian selama waktu tersebut, juga diperlukan materi standar teknis dan kesehatan yang di dalamnya memuat tentang materi fisik, teknik, taktik, dan mental. Lalu pembinaan yang intensif untuk para atlet Puslatda PON, hingga mengetahui adanya peluang dalam kompetisi dan melakukan evaluasi, guna meraih prestasi dalam PON XX Papua Tahun 2020.
“Kita hanya memiliki waktu 10 bulan, dalam rentang waktu ini pelatih akan merancang sesuatu untuk atlet. Untuk mendapatkan data yang detail dari para atlet, demi tujuan penting yaitu PON. KONI DIY sudah mencanangkan bahwa bulan Januari, bulan dimulainya Puslatda PON secara resmi, melalui hal ini coba ungkapkan kemampuan seoptimal dan semaksimal mungkin, dan diharapkan lebih baik dari tahun Pra- PON,” kata Ria.
Sebelumnya, Ketua Umum KONI DIY Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO., memaparkan bahwa pada PON XX Papua Tahun 2020 mendatang pihaknya merevisi target menjadi 11 medali emas dari semula 16 medali emas, hasil yang telah diraih pada PON XIX Jawa Barat Tahun 2016 lalu. Ini tak lepas dari berbagai dasar dinamika seperti kenyataan beberapa cabor andalan DIY yakni Dansa dan Balap Sepeda yang tidak jadi dipertandingkan dalam PON XX Papua Tahun 2020. Namun demikian, DIY optimis dengan prediksi perolehan 12 emas, yang dianalisis berdasarkan hasil Kualifikasi Pra-PON dan catatan prestasi atlet. Yakni melalui 1 emas atletik, 1 emas binaraga, 1 emas judo, 1 emas billiar, 1 emas balap motor, 2 emas panahan, 1 emas sepatu roda, 1 emas terbang layang, 1 emas pencak silat, 1 emas voli pantai, dan 1 emas terjun payung.
Foto & Teks : Bidang Media dan Humas KONI DIY