KONI DIY

logo koni

KONI

Daerah Istimewa Yogyakarta

ATLET PUSLATDA LEVEL 1 DAN 2 KONI DIY JALANI TES FISIK BERSAMA

ATLET PUSLATDA LEVEL 1 DAN 2 KONI DIY JALANI TES FISIK BERSAMA

Sejumlah 70 atlet Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Level 1 dan 2 Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KONI DIY) menjalani tes fisik bersama di Lapangan Panahan Kenari dan Lapangan Parkir Timur GOR Amongraga Yogyakarta pada Sabtu (28/07/2018). Ada enam sesi tes fisik yang dilakukan, yakni vertical jump test, lari 30 meter, shocken test, side step test, triple hop test, hingga vo2 max beep test. 

“Tes fisik ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan dasar, sejauh mana fisik dan kemajuan atlet-atlet Puslatda. Terutama bagi level satu yang sudah mengikuti Puslatda sejak akhir tahun 2017, dan sudah dua kali ikut tes. Untuk level dua baru sekali dan coba lihat awal kemampuan fisik mereka. Bersama pelatih coba analisa kekuatan atau speed yang mungkin masih kurang, dan perlu ditingkatkan,” ujar Anggota Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI DIY Drs. Rumpis Agus Sudarko, MS., kepada Bidang Media dan Humas KONI DIY di sela-sela kegiatan tes fisik. 

Tidak hanya melalui tes fisik dan latihan bersama semata, lanjut dia, hal tersebut juga bisa ditempuh melalui program bimbingan teknis (bimtek) seperti peningkatan kekuatan misalnya. Seperti diketahui, selain fokus pada program fisik umum, pihaknya juga telah merancang program fisik khusus dengan melibatkan para pelatih cabang olahraga (cabor) di dalamnya. Hal itu tak lepas dari karakter atlet dan cabor yang lebih diketahui oleh masing-masing pelatih. Selain tes fisik, terdapat juga tes kesehatan dan tes psikologis yang akan dilaksanakan bagi atlet nantinya.    

“Untuk level 1 dan 2 total ada sekitar 157 atlet, 41 izin tidak ikut tes karena mengikuti kejuaraan dan pertandingan. Seperti Kejuaraan Nasional Sepatu Roda di Sultan Agung Bantul, Malang, Thailand, lalu renang indah yang sekarang sedang memasuki program koreografi. Sedangkan lainnya mengikuti program Pelatnas, tentu ini sudah disampaikan ke Pelatih Pelatnas, dan pelatihan di sana juga toh sama dengan yang dilakukan hari ini,” jelasnya.  

Sekretaris Umum KONI DIY Drs. Agung Nugroho AM, M.Si., menambahkan nantinya hasil tes fisik ini akan diolah dan dianalisis terlebih dahulu oleh Binpres KONI DIY bersama Pelatih Puslatda Cabor. Sembari menunggu pelaksanaan tes susulan yang akan digelar untuk atlet-atlet Puslatda yang belum menjalani tes fisik, pada awal Agustus 2018. Dia mengemukakan, hasil tes fisik ini menjadi barometer awal menuju babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2019 mendatang.    

“Memang dari awal kami sudah ada program untuk PON 2020 Papua dan harapan bisa memperbaiki hasil, yang pada PON 2016 Jabar lalu meraih peringkat 10 dengan 16 medali emas, iya minimal pertahankan prestasi itu. Maka dari itu ada tes fisik atlet untuk evaluasi program latihan para pelatih dan beri masukan bagaimana peak performance atlet bisa dicapai pada PON 2020 Papua. Untuk kendala lebih ke soal sekolah dan pekerjaan atlet dan pelatih, coba komunikasi dengan sekolah dan tempat bekerja demi keberhasilan DIY,” imbuh Ketua Umum KONI DIY Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO.

Foto & Teks : Bidang Media dan Humas KONI DIY

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top