
Sleman (6/1/2022) koni.jogjaprov.go.id – Pengurus Daerah Cabang Olahraga Federasi Olahraga Petanque Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Pengda Cabor FOPI DIY) didorong untuk dapat menyusun program kerja yang strategis serta mampu jadikan petanque sebagai salah satu cabor baru yang berprestasi di tahun 2022 ini. Termasuk di antaranya dapat menggelar kegiatan pembibitan, pembinaan, pelatihan, hingga pertandingan bagi atlet dan lainnya, apabila kondisi membaik dan berangsur normal. Seperti diketahui, sekitar dua (2) tahun kegiatan olahraga di Indonesia termasuk DIY vakum karena adanya pandemi Covid-19.
“Namun demikian juga tetap antisipasi, seandainya nanti belum bisa maksimal. Kondisi apapun tentu harus melaksanakan program kerja. Dalam membina atlet tidak ada kata istirahat atau berhenti, terus menerus di dalam proses pelatihan. Atas nama KONI DIY, selamat, apresiasi, penghargaan dan terima kasih karena telah melaksanakan amanah AD/ART (KONI). Berharap dalam rakerda ini bisa memutuskan berbagai program strategis untuk melangkah di tahun 2022, sehingga keberadaan dan prestasi FOPI makin lama semakin bagus,” ujar Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY Prof. Dr. H. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO., dalam sambutan yang disampaikan pada pembukaan kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) FOPI DIY di Ruang Sidang GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Kamis (6/1).
Lebih lanjut dirinya juga mengimbau supaya program kerja tersebut nantinya dapat disesuaikan dengan sejumlah agenda besar olahraga di tingkat daerah, nasional, hingga internasional. Mengingat pada tahun 2022 ini akan digelar Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XVI DIY di Kabupaten Sleman pada 1-9 September. Kemudian event SEA Games pada 12-23 Mei di Vietnam, hingga ASIAN Games pada 10-25 September di Hangzhou, Zhejiang, Tiongkok. Ke depan, pihaknya juga berharap FOPI DIY dapat mengirimkan delagasinya di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Untuk agenda terdekat cabor petanque juga diminta mempersiapkan diri guna menghadiri kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KONI DIY Tahun 2022 yang akan digelar pada 5 Februari.
“Beberapa hal terkait dengan program KONI DIY yang juga kami minta support dari pengda termasuk Pengda FOPI DIY utamanya adalah terkait dengan data. Kami punya program big data yang isinya nanti berupa data semua hal yang terkait dengan proses pembibitan sampai dengan pelatihan dan sebagainya yang tentu entry data berasal dari pengda,” jelasnya.
Sementara itu Ketua Umum FOPI DIY Dr. Ahmad Nasrulloh, M.Or., mengatakan bahwa pada rakerda ini akan disusun sejumlah program kerja utamanya yang berfokus pada pembinaan prestasi. Seperti kesiapan FOPI DIY dalam menghadapi PORDA, Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), hingga pelaksanaan PON. Berharap pihaknya dapat ikut serta dan meloloskan atlet ke ajang olahraga multievent terbesar di Indonesia tersebut. Di bidang organisasi, pihaknya juga akan berupaya mengoptimalkan peran fungsi organisasi pengurus kabupaten (pengkab) maupun pengurus kota (pengkot), guna mengembangkan dan memajukan cabor petanque. Kemudian pada bidang penelitian dan pengembangan tentu akan dimasukkan sentuhan akademis di dalamnya, sehingga kemudian dapat diketahui kondisi fisik atlet, gerak biomekanis, dan sebagainya.
“Melalui rakerda ini dimohon semua bidang dapat memaksimalkan sehingga FOPI DIY bisa maju dan bersaing dengan FOPI daerah lain,” imbuh Ahmad.
Foto & Teks : Bidang Promosi, Media dan Humas KONI DIY