KONI DIY

logo koni

KONI

Daerah Istimewa Yogyakarta

KONI DIY DORONG PTMSI DIY CETAK ATLET NASIONAL/INTERNASIONAL

KONI DIY DORONG PTMSI DIY CETAK ATLET NASIONAL/INTERNASIONAL

Kulon Progo (21/03/2020) konidiy.or.id – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KONI DIY) Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO., mendorong Pengurus Daerah Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengda PTMSI) DIY untuk melakukan pembinaan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu mencetak atlet nasional bahkan internasional ke depannya. Terlepas dari adanya permasalahan, lebih dari satu induk organisasi yang menaungi cabang olahraga (cabor) tersebut di tingkat pusat maupun daerah.

“Monggo kita konsentrasi dan ber-‘khusnudzon’ untuk membina atlet kita. Kalau dibina dengan sungguh-sungguh pasti hasilkan atlet yang berprestasi. 1 provinsi cetak 1 atlet nasional, pasti akan dikenang sepanjang masa. Itu menjadi ukuran yang kita wujudkan dan buktikan, serta upaya kita bagaimana bisa maju ke depan,” ujar Prof. Djoko dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengda PTMSI DIY Tahun 2020 di Kantor Samsat Kulon Progo pada Sabtu (21/3). 

Terkait dengan rakerda, pihaknya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Pengda PTMSI DIY yang tetap berupaya menggelar kegiatan tersebut, di tengah kondisi merebaknya virus COVID 19 saat ini. Seperti diketahui, kegiatan rakerda dan kejuaraan daerah (kejurda) menjadi dua agenda yang wajib dilaksanakan oleh Pengda Cabor maupun Badan Fungsional Anggota KONI DIY. Mengingat keduanya menjadi bagian dari pembinaan olahraga di DIY.
 
Dalam kesempatan itu, Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (FIK UNY) ini juga mengemukakan bahwa DIY akan menghadapi tiga agenda besar olahraga. Pertama, memberangkatkan Kontingen DIY ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2020. Meski disayangkan, cabor tenis meja tidak ikut diberangkatkan karena tidak dipertandingkan. Dijelaskan saat ini ada 141 atlet dari 19 cabor / 24 subcabor yang memenuhi kriteria dan mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON XX. Dan menargetkan 11 medali emas dalam ajang olahraga multievent empat tahunan tersebut. Pihaknya pun memohon dukungan dan doa dari semua pihak supaya dapat melakukan persiapan dengan baik dan menghasilkan medali sesuai dengan yang diharapkan.

Kedua, pada tahun 2021 DIY bakal menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Cabor Sepak Bola. Dalam ajang ini, DIY akan menjadi tempat pertandingan 4 negara untuk salah satu zona peserta U-20 tersebut. Dan dibutuhkan 6 stadion, di mana Stadion Mandala Krida Baru Yogyakarta akan menjadi stadion utama. Sedangkan 4 stadion pendukung akan menjadi tempat latihan tim masing-masing negara, dan 1 stadion pendukung lainnya untuk ofisial.

“Tentu kita harus dorong dan support semaksimal mungkin agar berhasil sebaik-baiknya. Termasuk dari partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Ketiga, lanjut dia, pihaknya mewacanakan DIY sebagai Tuan Rumah PON XXII Tahun 2028. Apabila nantinya Gubernur DIY, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, pengda cabor, pengurus kabupaten (pengkab), pengurus kota (pengkot) cabor, pihak terkait, serta masyarakat mendukung hal tersebut, maka akan segera ditindaklanjuti oleh KONI DIY. Terlebih dengan adanya PP No. 17 Tahun 2007 yang dimungkinkan PON terselenggara lebih di 1 provinsi yang berdekatan, bukan tidak mungkin akan menggandeng Provinsi Jawa Tengah untuk menyelenggarakan PON tersebut.

“Diharapkan bisa wujudkan itu karena DIY sebenarnya memiliki SDM luar biasa dan sebagainya. Nantinya tidak hanya melalui APBD, dengan event olahraga yang profit bisa dicarikan sponsor. Itu menjadi bagian dari upaya kita berpikir, tidak hanya dari segi sektoral. Begitu juga dengan Pengda PTMSI yang tidak hanya hasilkan atlet sekelas daerah, tapi juga berupaya untuk cetak atlet kelas nasional bahkan dunia,” kata dia. 

Begitu pula dengan bantuan anggaran dari KONI DIY untuk pengda cabor yang diakui belum maksimal. Sehingga pihaknya pun mendorong PTMSI supaya kreatif dan mencari dana dari luar KONI DIY, terutama untuk menyelenggarakan kegiatan seperti kejurda dan pelatihan pelatih/wasit misalnya. Mengingat hal tersebut, perlu untuk dilakukan bersama. Dan diharapkan dapat dimasukkan dalam program tahun 2020.         

Sementara itu Ketua Umum Pengda PTMSI DIY H. Bagiya Rakhmadi, SH. MM., menambahkan, sejumlah program telah disusun oleh pihaknya dalam satu tahun ke depan. Di antaranya penyelenggaraan rakerda, kejurda/invitasi, perbaikan sarana tempat latihan, mengikuti rapat kerja nasional (rakernas), kejuaraan nasional (kejurnas), menyelenggarakan pelatihan pelatih/wasit, mengirimkan pelatihan pelatih/wasit nasional/internasional, hingga mengembangkan organisasi. Hal ini tak lepas dari upaya untuk membina atlet-atlet tenis meja dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) cabor tenis meja di DIY. Adapun untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemangku kebijakan di DIY dan seluruh Pengkab/Pengkot PTMSI se-DIY.

“Insya Allah program yang direncanakan akan bermanfaat untuk peningkatan atlet dan organisasi PTMSI DIY. Ini rakerda yang pertama setelah saya menjabat. Mohon bimbingan dan kerjasamanya juga, agar nantinya PTMSI secara berdaulat dan konstitusi, mewujudkan cita-cita PTMSI bersatu, tidak ada PP dan PB, yang selama ini sudah berjalan lima tahun. Sebab sangat merepotkan pembinaan PTMSI bagi atlet-atlet di daerah. Rencana Revisi UU (SKN), kami titip Prof. Djoko, semoga bisa bermanfaat dan PTMSI di semua provinsi khususnya DIY, bisa mengadakan pembinaan yang satu, tidak ada dua,” imbuh Bagiya.   


Foto & Teks : Bidang Mobilisasi Sumber Daya, Promosi, Media dan Humas KONI DIY

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top