KONI DIY

logo koni

KONI

Daerah Istimewa Yogyakarta

KONI DIY SAMBUT BAIK TERBITNYA IZIN VAKSINASI BAGI USIA 12-17 TAHUN

KONI DIY SAMBUT BAIK TERBITNYA IZIN VAKSINASI BAGI USIA 12-17 TAHUN

Yogyakarta (3/7/2021) koni.jogjaprov.go.id – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KONI DIY) Prof. Dr. H. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO., menyambut baik seiring dengan telah diizinkannya vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini. Seperti dikutip dari laman sosial media instagram @bpom_ri, bahwa dalam hal ini BPOM menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 produksi Sinovac / PT. Bio Farma untuk usia 12-17 tahun. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh BPOM bersama dengan Tim Komite Nasional (Komnas) penilai Vaksin Covid-19 dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 

“Sambut baik kabar itu dan segera di-follow up, koordinasi dengan pihak terkait dan ajukan (permohonan vaksinasi) agar para atlet usia tersebut bisa segera mendapatkan vaksin dari rekomendasi yang telah dikeluarkan,” ujar Prof. Djoko. 

Terkait dengan pengajuan ini, pihaknya pun segera mengirimkan data-data yang diperlukan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta setempat. Mengingat sebelumnya oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, dalam hal ini Dinas Kesehatan DIY telah menyerahkan rujukan kepada Dinkes Kota Yogyakarta. Dan bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Siloam Yogyakarta untuk proses vaksinasi tersebut. Pihaknya berharap kegiatan ini bisa segera terlaksana, sebab selain untuk kesehatan atlet juga memenuhi persyaratan keikutsertaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada Oktober 2021 mendatang. 

Anggota Bidang Pembibitan dan Pembinaan Prestasi KONI DIY Wesley Heince Parera Tauntu, S.E., menginformasikan bahwa dari sejumlah 133 atlet, 54 pelatih dan 14 mekanik yang tergabung Tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON XX Papua Provinsi DIY, sekitar dua puluh (20) atlet di antaranya berusia di bawah 18 tahun. Meliputi cabang olahraga (cabor) sepatu roda, panahan, rugby, polo air, renang indah, wushu, hingga balap motor. 

“Terima kasih kalau memang sudah ada izin vaksinasi, karena vaksin ini bisa membantu atlet di bawah umur terutama yang lebih penting untuk kesehatan. Dan satu lagi menjadi kewajiban bagi atlet yang akan mengikuti PON. Dari lima (5) atlet sepatu roda yang mengikuti puslatda, ada dua (2) atlet putri yang masih di bawah 18 tahun,” kata Sugeng Lasono, Pelatih Puslatda PON XX Papua Provinsi DIY Cabor Sepatu Roda.

Hal senada juga disampaikan oleh Pelatih Puslatda PON XX Papua Provinsi DIY Cabor Panahan Subarno. Bahwa apabila sudah ada izin, maka sebaiknya vaksinasi untuk usia 12-17 tahun segera dilakukan. Di samping untuk kekebalan tubuh, dengan vaksinasi ini juga untuk memberikan rasa aman kepada atlet, dan sebagai persyaratan PON XX Papua. Di cabor tersebut, dari total 16 atlet ada sekitar 5 atlet yang berusia di bawah 18 tahun. Dua (2) di antaranya atlet putra, sedangkan tiga (3) lainnya atlet putri.

“Dari cabor panahan saat ini menunggu instruksi dari KONI DIY untuk pelaksanaan vaksinasi usia 12-17 tahun,” imbuh dia.


Foto Ilustrasi & Teks : Bidang Promosi, Media dan Humas KONI DIY

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top