
Mimika (7/10/2021) koni.jogjaprov.go.id – Tim Panjat Tebing Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sumbangkan medali perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021. Melalui nomor Speed Relay Putri, tim yang diperkuat oleh Dyah Puspitaningtyas, Rahmayuna Fadillah, dan Sukma Lintang Cahyani ini mampu mencatatkan waktu 27.001 dan menempati peringkat ketiga.
Capaian tersebut mengalahkan catatan waktu Tim Jawa Timur yang digawangi oleh Amanda Narda Mutia, Dhorifatus Syafiiyah, dan Nindy Febriyanti dengan 27.669. Sementara Tim Jawa Tengah yang diperkuat oleh Berthdigna Devi Surya Kusuma, Agustina Sari, dan Aries Susanti Rahayu mampu mendominasi babak final dan menempati peringkat pertama dengan catatan waktu 25.244. Di peringkat kedua ada Tim Nusa Tenggara Barat yakni Nurul Iqamah, Anggun Yolanda, dan Ade Irma Suryani yang catatkan waktu 34.543.
“Merasa lega karena ini juga PON pertama bagi kami. Sebelumnya di kualifikasi (pertandingan berjalan) lancar, bahkan menempati peringkat kedua. Namun di semifinal mulai agak tegang dan sempat terpeleset, belum rezeki untuk masuk final. Tapi Alhamdulillah kami mendapatkan medali perunggu,” ujar Rahmayuna saat dihubungi melalui jaringan seluler seusai menjalani pertandingan di Arena Panjat Tebing SP 2 Mimika pada Kamis (7/10).
Sebagai informasi, pada sesi kualifikasi Tim DIY lolos ke babak semifinal seusai mencatatkan waktu 25.944, di bawah Tim Jawa Tengah yang catatkan waktu 23.877. Sedangkan Tim Nusa Tenggara Barat catatkan waktu 26.252 dan Tim Jawa Timur 26.707. Kemudian di babak semifinal pertama, Tim Jawa Tengah catatkan waktu 23.461, dan Tim Jawa Timur 27.694. Babak semifinal kedua Tim DIY catatkan waktu 28.956, dan Tim Nusa Tenggara Barat 25.906. Sehingga kemudian yang lolos ke babak final yakni Tim Jawa Tengah dan Tim Nusa Tenggara Barat.
“Meski tidak sesuai target yakni emas di nomor Speed Relay, kami tetap bersyukur, bagaimanapun dalam pertandingan ada menang dan kalah. Terima kasih banyak atas doa dan dukungan dari masyarakat DIY dan segala pihak yang sudah support kami di sini. Medali ini untuk DIY,” jelas Tim Pelatih Panjat Tebing DIY Fitriyani.
Sementara itu Kepala Pelatih Panjat Tebing DIY Sultoni Sulaiman mengatakan, evaluasi dari hasil pertandingan lebih menekankan pada jam terbang dan pengalaman atlet dalam suatu pertandingan. Dan raihan yang didapat anak didiknya bahkan dinilai wajar serta terbilang luar biasa dan hebat, mengingat ini menjadi ajang debut PON pertama bagi Rahmayuna dan kawan-kawan (dkk).
“Selamat kepada atlet dan ofisial panjat tebing, yang atas usaha keras dapat meraih medali perunggu. Masih ada perbaikan untuk persiapan PON XXI Tahun 2024 mendatang. Tetap semangat,” imbuh Ketua Bidang (Kabid) Pembibitan dan Pembinaan Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY Drs. Agung Nugroho, M.Si.
Foto : Istimewa
Teks : Bidang Promosi, Media dan Humas KONI DIY