
Yogyakarta (07/06/2021) koni.jogjaprov.go.id – Upaya Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KONI DIY) dalam mempersiapkan program pembinaan prestasi jangka panjang kian diseriusi dan dimantapkan. Bahkan bersama dengan stakeholder terkait yakni Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, pengurus daerah cabang olahraga (pengda cabor), badan fungsional keolahragaan, KONI Kabupaten/Kota, serta masyarakat olahraga, berencana akan menyusun Grand Design Olahraga (GDO) Pembinaan Prestasi Olahraga di DIY.
“GDO ini diperlukan sebagai arah dan pedoman pembinaan prestasi jangka panjang yakni tahun 2021 sampai dengan 2031, yang juga untuk menopang Indonesia sebagai Tuan Rumah Olimpiade Tahun 2032,” ujar Ketua Umum KONI DIY Prof. Dr. H. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO.
Dan untuk mewujudkannya, lanjut dia, dapat diawali dengan pemanduan bakat (talent identification) hingga pengembangan bakat (talent development) yang dilakukan secara terpadu melalui triple track system program. Pertama yakni pembinaan prestasi reguler melalui klub-klub olahraga yang dibina oleh pengda cabor. Kedua, pembinaan prestasi jalur sekolah yang dibina oleh Balai Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (BPO Disdikpora) DIY, seperti Kelas Khusus Olahraga (KKO), Pembinaan Atlet Berprestasi (PAB), serta Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Ketiga, jalur pembinaan prestasi yang dibina oleh KONI DIY melalui program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Pra-PON dan Puslatda Pekan Olahraga Nasional (PON) berkelanjutan.
“Adapun target yang ditetapkan dengan adanya GDO adalah peringkat DIY semakin meningkat pada PON 2024, 2028, 2032, dan seterusnya. Kemudian jumlah atlet DIY yang masuk dalam Pelatnas multievent seperti SEA Games, ASIAN Games, dan Olimpiade semakin banyak. Serta orientasi pembinaan prestasi bertahap dan berkelanjutan menuju prestasi dunia. Dalam hal ini pembinaan kabupaten/kota tidak hanya berhenti sampai PORDA saja,” jelasnya.
Kemudian perihal lainnya yang diharapkan dapat menjadi pendukung terwujudnya prestasi DIY di kancah internasional di antaranya meliputi ketersediaan pelatih berkualitas baik yang berlisensi nasional maupun internasional. Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Olahraga pada semua jenjang pembinaan, yang juga tidak lepas dari kerja sama dengan perguruan tinggi. Adanya sarana dan prasarana latihan atau pertandingan berkualitas standar internasional, yang disediakan oleh Pemda DIY.
Lalu terdapat kompetisi berjenjang dan berkelanjutan pada semua cabang olahraga. Dan dalam penyelenggaraan PORDA yang semakin berkualitas hendaknya juga berorientasi pada prestasi nasional, sehingga kabupaten/kota tidak sekadar berlomba untuk meraih Juara Umum PORDA saja. Tersedianya atlet berbakat dan bermotivasi tinggi, termasuk di dalamnya pendirian Sekolah Khusus Olahraga (SKO) di DIY. Hingga ketersediaan anggaran dari APBD dan masyarakat.
“Kunci sukses GDO Pembinaan Prestasi DIY menuju kancah dunia adalah kerja sama yang terjalin baik antara KONI DIY dan anggota yakni pengda cabor, badan fungsional, KONI Kabupaten/Kota, serta Pemda DIY dan dinas terkait, DPRD DIY, sekolah, perguruan tinggi, dan seluruh masyarakat DIY,” imbuh dia.
Foto & Teks : Bidang Promosi, Media dan Humas KONI DIY