KONI DIY

logo koni

KONI

Daerah Istimewa Yogyakarta

TAHAP PERTAMA CAIR TRIWULAN PERTAMA 2025 – BONUS EMAS PON 2024 RP 220 JUTA

Yogyakarta (15/11/2024) koni.jogjaprov.go.id – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KONI DIY) Prof. Dr. H. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO., mengemukakan bahwa pencairan bonus atau tali asih tahap pertama bagi atlet/pelatih peraih medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatra Utara (Sumut) 2024 direncanakan berlangsung pada triwulan pertama tahun 2025 mendatang. Dengan besaran untuk peraih medali emas perorangan senilai Rp 220 juta. 

“Jumlah besaran bonus Rp 200 juta tersebut berasal dari Pemda DIY, sementara Rp 20 juta berasal dari KONI DIY berupa uang pembinaan bagi peraih medali emas,” ujar Prof. Djoko pada Jumat (15/11). 

Sedangkan untuk besaran bonus peraih medali perak perorangan senilai Rp 100 juta dan peraih medali perunggu perorangan senilai Rp 50 juta. Perihal besaran bonus peraih medali beregu maupun tim, akan dilakukan penyesuaian dan dihitung berdasarkan persentase. Sedangkan untuk bonus pelatih dengan binaan atlet peraih medali emas akan mendapatkan Rp 60 juta, medali perak Rp 40 juta, dan medali perunggu Rp 30 juta. Hal tersebut berlaku untuk raihan medali pertama. 

“Untuk bonus Rp 200 juta dari Pemda DIY akan diserahkan sekitar Januari sampai Maret 2025. Kalau yang Rp 20 juta bagi peraih medali emas akan kami serahkan bulan November (2025),” jelasnya. 

Disinggung mengenai besaran bonus Rp 220 juta untuk peraih medali emas yang terbagi dalam 2 anggaran berbeda melalui Pemda dan KONI DIY, diungkapkan bahwa hal tersebut memang belum sesuai dengan besaran bonus yang telah diusulkan KONI DIY sebelumnya yakni Rp 250 juta untuk peraih medali emas perorangan. Namun demikian hal ini telah dipahami Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan KONI DIY juga memahami keterbatasan anggaran Pemda DIY, sehingga kemudian menambahkan Rp 20 juta tersebut dari anggaran KONI yang juga bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DIY. 

“Untuk saat ini kami menganggap besaran bonus ini realistis. Pada saatnya nanti ketika Pemda DIY sudah meningkat kemampuan finansialnya, tentu kita berharap bisa diberikan bonus lebih besar (pada PON berikutnya). Untuk penyerahan bonus ini nantinya akan dijadikan sebagai awal persiapan menuju PON XXII NTT- NTB 2028 mendatang,” kata dia.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Drs. Beny Suharsono, M.Si., dalam kegiatan Pembubaran Kontingen Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) DIY Tahun 2024 yang diadakan di Aula Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY pada Kamis (14/11) menjelaskan bahwa pihaknya telah menganggarkan bonus atau tali asih bagi para atlet/pelatih peraih medali PON XXI Aceh-Sumut 2024 tersebut, menyamai besaran bonus PON XX Papua 2021 lalu. Hal ini mengingat adanya salah satu faktor perubahan pembagian persentase anggaran secara proporsional pada APBD DIY yang kemudian berdampak pada semuanya, termasuk besaran tali asih PON tersebut. 

Kontingen DIY pada PON yang telah terselenggara pada 8-20 September 2024 lalu, menempati peringkat 9 klasemen akhir dengan 29 medali emas, 35 perak, dan 53 perunggu. Capaian ini meningkat drastis dibandingkan PON XX Papua 2021 lalu yang mendapatkan 8 medali emas, 12 perak, dan 18 perunggu.

Caption Foto :

Ketua Umum KONI DIY Prof. Dr. H. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO., saat memberikan sambutan pada kegiatan Pembubaran Kontingen PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Grha Wanabakti Yasa Yogyakarta pada Rabu (30/10) lalu.

Foto & Teks : Bidang Promosi, Media dan Humas KONI DIY

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top